Perangkat pembelajaran adalah seperangkat dokumen yang disusun guru sebagai pedoman dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan sistematis.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Mulai tahun ajaran baru 2025/2026, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam yang bertujuan terciptanya suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Penerapannya melibatkan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.
Pedoman pelaksanaan pembelajaran
Membantu guru mencapai tujuan pembelajaran
Menjamin pembelajaran berlangsung terstruktur
Memudahkan proses penilaian dan evaluasi
Menjadi bukti profesionalisme guru
Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP)
Pahami kompetensi yang harus dicapai peserta didik di akhir fase.
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)
Rumuskan tujuan berdasarkan analisis CP menggunakan kata kerja operasional terukur.
Menyusun ATP
Urutkan TP dari mudah ke sulit secara logis dan sistematis.
Menyusun Prota berdasarkan ATP
Alokasikan materi dan TP ke dalam rencana satu tahun pelajaran.
Menyusun Prosem berdasarkan Prota
Jabarkan rencana tahunan ke dalam rincian setiap semester.
Menyusun Modul Ajar Deep Learning
Buat rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap berbasis berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Menyiapkan Asesmen & Instrumen Penilaian
Siapkan asesmen awal, proses, dan akhir pembelajaran.
CP (Capaian Pembelajaran) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada akhir suatu fase pembelajaran. CP menjadi acuan utama dalam penyusunan seluruh perangkat pembelajaran.
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap atau Karakter
CP & Dimensi Profil Lulusan
Dalam pendekatan Deep Learning, setiap CP dikaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang ingin dicapai. Guru memilih DPL yang relevan: DPL1 Keimanan, DPL2 Kewargaan, DPL3 Penalaran Kritis, DPL4 Kreativitas, DPL5 Kolaborasi, DPL6 Kemandirian, DPL7 Kesehatan, atau DPL8 Komunikasi.
Struktur CP
- Disusun per mata pelajaran dan per fase (Fase AโF)
- Memuat elemen esensial dari kompetensi yang diharapkan
- Menjadi dasar penulisan TP, ATP, dan Modul Ajar
- Diperkaya dengan lintas disiplin ilmu (interdisipliner)
TP (Tujuan Pembelajaran) adalah kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam satu atau beberapa kegiatan pembelajaran. Mencakup subjek belajar, kompetensi yang harus dikuasai, kondisi demonstrasi, dan tingkat pencapaian.
Menganalisis CP
Baca dan pahami secara mendalam isi Capaian Pembelajaran.
Identifikasi Kompetensi
Tentukan kompetensi spesifik yang harus dikuasai siswa.
Tentukan Materi Esensial
Pilih konten pembelajaran yang paling penting dan relevan.
Rumuskan dengan Kata Kerja Operasional
Gunakan kata kerja yang terukur dan dapat diobservasi. Jika lebih dari satu pertemuan, rumuskan tujuan per pertemuan.
"Peserta didik mampu menjelaskan proses fotosintesis dengan benar melalui diskusi kelompok."
TP โ Tujuan Pembelajaran
Kompetensi yang harus dicapai pada suatu kegiatan pembelajaran. Bersifat spesifik dan terukur untuk satu atau beberapa pertemuan.
ATP โ Alur Tujuan Pembelajaran
Rangkaian urutan TP yang disusun secara logis dari mudah ke sulit untuk mencapai Capaian Pembelajaran secara keseluruhan.
Hubungan Ketiganya
- TP adalah tujuan-tujuan pembelajaran yang spesifik
- ATP adalah susunan sistematis dari beberapa TP
- ATP menjadi dasar penyusunan Prota, Prosem, dan Modul Ajar
Program Tahunan (Prota)
Rencana umum pembelajaran selama satu tahun pelajaran.
Analisis kalender pendidikan
Hitung minggu efektif
Analisis ATP
Alokasikan waktu setiap TP selama setahun
Program Semester (Prosem)
Penjabaran Prota untuk satu semester dengan rincian per minggu.
Mengacu pada Prota
Bagi materi ke tiap minggu efektif
Tentukan waktu pembelajaran & asesmen
Mewujudkan generasi Indonesia yang utuh โ unggul dalam karakter, cakap dalam kompetensi, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Setiap Modul Ajar harus memilih dimensi yang akan dicapai.
Modul Ajar Deep Learning adalah rencana pembelajaran lengkap yang mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan โ melibatkan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.
- Orientasi yang bermakna
- Apersepsi kontekstual
- Motivasi yang menggembirakan
- Memahami (berkesadaran)
- Mengaplikasi (bermakna)
- Merefleksi (menggembirakan)
- Umpan balik konstruktif
- Simpulkan pembelajaran
- Perencanaan lanjut
- Mengetahui kesiapan belajar
- Identifikasi pengetahuan awal
- Penyesuaian strategi pembelajaran
- Observasi selama pembelajaran
- Peer assessment & self assessment
- Refleksi bersama
- Tes tertulis / lisan
- Penilaian kinerja / proyek / produk
- Portofolio
Pedoman Mengajar
Agar pembelajaran terarah dan terencana dengan baik.
Menjamin Ketercapaian Tujuan
Memastikan setiap TP dan Dimensi Profil Lulusan tercapai.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Proses belajar lebih bermutu, bermakna, dan menggembirakan.
Memudahkan Asesmen & Evaluasi
Penilaian awal, proses, dan akhir lebih terstruktur dan objektif.
Bukti Profesionalisme
Menunjukkan kompetensi guru sebagai pendidik profesional.
Memenuhi Standar Pendidikan
Sesuai pengelolaan pembelajaran di satuan pendidikan.
Mengelola Waktu & Materi
Guru dapat mengalokasikan waktu secara efektif dan efisien.
Mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan
Mendukung generasi utuh: karakter, kompetensi, dan adaptif.